Leadership

Pelajaran Yang Dapat Diambil Dari Pandemi Covid-19

Sudah hampir setahun dunia ini dilanda oleh sebuah musibah pandemi Covid-19. Kebanyakan dari kita mungkin tidak memiliki pengalaman sama sekali tentang bagaimana menghadapi situasi yang penuh ketidakpastian seperti saat ini. Pandemi ini telah menguji semua bagian dari kehidupan kita. Dari mulai disiplin kesehatan, kekuatan finansial, kemampuan mengendalikan stress, rasa empati, perubahan pola komunikasi, sampai kedekatan kitapun terhadap Sang Pencipta juga diuji oleh virus yang satu ini.

Sebesar apapun hasrat kita untuk keluar dari krisis ini, saya pikir rasanya sangat disayangkan kalau pandemi ini dilewatkan begitu saja tanpa mengambil banyak pelajaran dan refleksi diri untuk meningkatkan kualitas hidup kita di masa yang akan datang.

Saya rangkum beberapa pelajaran penting yang saya dapatkan selama proses melewati pandemi ini:

Percaya bahwa keadaan akan membaik

Optimisme adalah modal yang sangat penting untuk bisa keluar dari krisis. Kalau kita lihat sejarah, baik itu pandemi masa lalu seperti Ebola atau Flu Burung, atau krisis masa lalu seperti Perang Dunia, Great Depression, atau krisis ekonomi 1998, setelah sebuah krisis mencapai puncaknya, keadaan akan selalu membaik. Bahkan kualitas kehidupan manusia menjadi jauh lebih baik sebelum krisis itu terjadi. Kalau kita percaya keadaan akan membaik, kita akan melewati krisis tersebut dengan mindset positif, yang sering kali berujung kepada sebuah inovasi atau terobosan baru yang sangat sulit dihasilkan jika kita memiliki pikiran yang pesimis.

Fokus mencari solusi

Pandemi yang datang tiba-tiba ini membawa beban ketidakpastian bagi semua orang. Hal yang sama saya alami di perusahaan yang saya pimpin Heroleads Indonesia. Saya tidak tahu apakah client akan mengurangi budget marketingnya atau tidak, saya juga tidak bisa memprediksikan apakah client akan cenderung bermain aman dan menutup pintu kesempatan kami untuk bekerja sama dengan mereka. Ketidakpastian ini membuat banyak orang tidak nyaman. Dan ketidaknyamannan inilah yang selalu menjadi fokus setiap orang. Beruntung kita bisa mengalihkan fokus ke hal yang lebih penting, “Bagaimana kita bisa memberikan solusi yang tepat untuk client, karyawan, dan partner Heroleads disituasi seperti ini?” Dan pengalihan fokus inilah yang membuat Heroleads bukan hanya sekedar bertahan, justru malah berkembang pesat selama pandemi ini.

Pentingya rasa empati

Rasa, adalah sebuah kemampuan manusia yang tidak bisa dilakukan oleh mesin atau robot. Empati, adalah sebuah kemampuan untuk bisa melihat situasi dari perspektif orang lain. Pandemi ini sebenarnya memberikan “manfaat” yang dapat meningkatkan ikatan kita terhadap orang lain. Semua orang terdampak oleh Covid-19 ini. Baik itu yang terpapar langsung, memiliki kerabat yang terpapar, kehilangan pekerjaan, berkurangnya pemasukan, kesulitan di pola pendidikan, atau dampak lainnya. Yang saya percayai adalah, kita akan terjebak di krisis ini jika kita tidak berusaha untuk mempedulikan penderitaan orang lain. Terkadang dampak yang kita alami adalah “berkah” untuk orang lain, begitu juga sebaliknya. Kemampuan kita keluar dari sebuah krisis akan sangat dipengaruhi oleh bagaimana kita menciptakan keseimbangan di situasi yang tidak pasti. Dan keseimbangan ini akan sulit tercapai tanpa adanya rasa empati.

Kesehatan mental lebih penting daripada kesehatan fisik

Ini mungkin adalah penyataan yang kontroversi. Tapi saya percaya dengan istilah “Mens sana in corpore sano”, artinya di dalam tubuh yang kuat terdapat jiwa yang kuat. Sebuah riset yang diadakan oleh Harvard Medical School menunjukan bahwa keadaan pikiran kita sangat menentukan kesembuhan fisik kita. Orang yang mudah stress sangat rentan terkena penyakit dan akan lebih lama untuk sembuh. Masalah utama dari Covid-19 menurut saya bukan sekedar masalah teknis, tapi juga masalah mental. Ketakutan, rasa putus asa, depresi, berkurangnya interaksi sosial, pesimisme, dan pola pikir negatif adalah masalah utama yang harus kita hadapi. Walaupun nanti vaksin ditemukan, imbas dari penyakit mental ini mungkin akan masih berlangsung. Oleh karena itu, penting buat kita untuk bisa menjaga mental diri sendiri dan bantu orang lain dengan menjadi duta kepositifan untuk orang-orang sekitar.

Buat sebagian orang, pandemi ini adalah krisis yang sangat buruk. Namun buat saya, ini adalah waktu terbaik untuk kita memperbaiki diri. Saya yakin dunia akan menjadi jauh lebih baik karena pandemi ini. 10 tahun lagi ketika melihat kebelakang, kita akan melihat pandemi ini adalah sebuah batu loncatan yang sangat kita syukuri. Seperti banyak cerita yang pernah kita alami, pembelajaran dari pengalaman pahitlah yang membentuk kita jadi orang yang lebih baik.

P.S Cek artikel berikut untuk membantu memimpin proses recovery dari sebuah krisis

You may also like
Decision Making Strategy
Perbedaan antara Tim vs Grup

Leave Your Comment

Your Comment*

Your Name*
Your Webpage

error

Belajar sesuatu yang baru? Share ke orang lain untuk berbagi ilmu :)