Leadership

Learn To Unlearn

Apakah ini pertama kali Anda mendengar judul atas? Kalo iya, Anda tidak perlu khawatir, karena memang tidak banyak yang familiar walaupun konsep learn to unlearn ini sudah diterapkan dari dulu.

Otak kita yang merupakan komputer paling canggih dan paling kompleks se-dunia, mempunyai miliyaran sel atau disebut Neuron. Dan setiap Neuron memiliki ribuan jalan penghubung ke Neuron lain. Setiap kita belajar sesuatu yang baru, banyak Neuron baru yang terbentuk dan terhubung satu sama lain. Ketika masih baru, pergerakan informasi dari Neuron satu ke Neuron lain sangatlah terbatas. Namun ketika pembelajaran itu dilakukan berulang kali, transportasi informasi menjadi semakin cepat. Itulah mengapa belajar hal yang sama berulang-ulang kali akan membuat kita mahir mengerjakan hal tersebut.

Tapi apa yang terjadi ketika kita harus menghapus hal yang kita sudah pelajari dan sudah diterapkan sehari-hari? Lalu diganti dengan cara kerja lain? Misal seumur hidup kita selalu menyetir disebelah kanan, apa yang terjadi ketika kita ke Eropa dan tiba-tiba harus menyetir dari kiri? Sangat sulit pastinya.

Destin Sandlin dari Smarter Every Day, menjelasakan betapa sulitnya berpikir secara terbalik di video ini:

Knowledge ≠ Understanding

Di era digital saat ini, dimana teori dan ilmu pengetahuan cepat sekali ber-evolusi dan kebutuhan manusia yang jauh lebih dinamis. Perubahan adalah sesuatu yang mutlak terjadi. Ilmu yang kita pahami sekarang belum tentu masih relevan tahun depan. Dan jika anda ingin sukses di zaman ini, anda harus melihat sesuatu dari perspektif yang berbeda. Coba lihat apa yang tidak terlihat, coba dengar apa yang tidak terucap.

Disinilah peran unlearning menjadi penting. Unlearning adalah proses di mana anda menyingkirkan apa yang anda ketahui. Beri tantangan ke asumsi-asumsi anda. Karena belum tentu apa yang anda biasa lakukan dulu masih berlaku sampai sekarang.

Kemudian ada proses relearning. Disinilah inovasi terjadi. Setelah ilmu lama anda muntahkan, ilmu baru akan masuk. Misal, kalau dulu kita transaksi perbankan harus lewat cabang, sekarang bisa hanya lewat handphone.

Banyak perusahaan yang selalu mengedepankan learning culture dengan memberikan pelatihan-pelatihan ke karyawannya supaya mereka mendapatkan ilmu baru. Akan tetapi sangat jarang yang berkonsentrasi di proses unlearning. Padahal menurut saya proses ini lebih penting. Pengetahuan bisa didapat dimana saja dalam bentuk yang beragam. Akan tetapi kemampuan kita untuk mencerna, menantang argumen, dan mengaplikasi sebuah ilmu ke kegiatan sehari-harilah yang menentukan hasil dari pembelajaran tersebut. Karena tahu bukan berarti mengerti.

Cobalah selalu terapkan culture ke tim Anda untuk selalu menantang sebuah teori, argumen, atau proses. Jangan jadikan tim anda seperti robot yang harus melaksanakan apapun dari tuannya. Memiliki tim yang kritis memang tidak mudah, tapi akan sangat berguna di era digital saat ini. Seperti yang Albert Einstein katakan: “Kita tidak bisa menyelesaikan suatu masalah dengan pola pikir yang ketika kita membuat masalah tersebut”.

You may also like
The Art of Negotiation Skill
Memimpin Sebuah Crisis Recovery

Leave Your Comment

Your Comment*

Your Name*
Your Webpage

error

Belajar sesuatu yang baru? Share ke orang lain untuk berbagi ilmu :)