Marketing

Instagram Stories: Efektif Meraih Audiens

Algoritma Facebook yang berubah sejak awal tahun 2018 ini menjadikan audiens yang telah dikumpulkan dan dipelihara dengan apik tidak lagi milik pribadi para influencerspublishers, serta pemasar digital. Tidak habis siasat, mereka pun kemudian beralih ke media sosial raksasa lainnya, Instagram. Menurut Tempo.co, tak kurang dari 45 juta warga Indonesia adalah pengguna aktif Instagram, menjadikan Indonesia sebagai komunitas Instagram (dan juga pasar, tentunya) terbesar di Asia Pasifik. Lalu, apa yang membuat Instagram begitu menarik bagi warga Indonesia? Salah satu faktor terbesar adalah fitur andalannya, Instagram Story.

Instagram Story tentu bukan hal yang asing lagi di telinga para warganet Indonesia. Tak hanya foto atau video biasa, tersedia pula pilihan menarik lainnya seperti Boomerang, Superzoom, Rewind, Stop Motion, dan fitur terbaru, Focus. Warganet Indonesia dengan budaya kentalnya untuk berbagi setiap momen di media sosial (siapa yang belum pernah melihat orang yang bukannya membaca doa sebelum makan, tetapi malah upload foto atau Boomerang makanannya di Instagram Story?) tak heran menjadikan Indonesia tercatat sebagai negara pengguna Instagram Story terbanyak di dunia dengan jumlah konten dua kali lebih banyak dari jumlah rata-rata global!

Tingginya partisipasi pengguna Instagram Story di Indonesia tersebut menjadikan Instagram Story sebagai alternatif tempat memasarkan produk dan servis yang efektif untuk para pelaku bisnis. Data lain menurut CNN Indonesia menunjukkan pengguna tercatat 80 persen lebih banyak menghabiskan waktunya mengonsumsi video di Instagram. Dari data internal Instagram juga memperlihatkan 80 persen pengguna Instagram mengikuti akun bisnis. DigitalMarketer.id mengungkapkan bahwa 75 persen pengguna Instagram langsung bereaksi terhadap iklan di Instagram, misalnya dengan mengunjungi situs produk atau layanan tersebut. Instagram Stories juga memungkinkan perusahaan untuk terhubung lebih dekat dengan target audiens-nya.

Lalu, bagaimana tepatnya penggunaan Instagram Story ini agar menjadi content channel yang efektif dan menghasilkan leads yang berkualitas? Berikut adalah praktik-praktik yang bisa Anda lakukan saat beriklan di Instagram Stories:

Call-to-Action yang Eksplisit
Di Instagram Stories, sangat penting untuk membuat Call-to-Action (CTA) seperti “Swipe up to get yours now!” yang ditujukan untuk swipe-up link Anda atau “Check more pics on #Heroleads”. Cara ini efektif karena memberikan instruksi yang jelas dengan cepat dan langsung agar audiens dapat mengingat apa yang harus dilakukan ketika story atau iklan menghilang. Tanpa adanya CTA yang jelas, audiens cenderung akan langsung meloncat ke story selanjutnya. Perlu dicatat, fitur swipe-up link baru tersedia ketika akun Instagram Business Anda telah meraih 10K followers.

Beritahukan Diskon
Semua orang menyukai diskon. 45 juta orang Indonesia menggunakan Instagram sekaligus Instagram Story. Jadi, mengumumkan diskon di Instagram Story adalah cara yang dapat menarik perhatian banyak audiens dengan cepat. Diskon juga merupakan motivasi bagi audiens untuk mengunjungi website Anda dan melakukan transaksi.

Perencanaan Konten
Perencanaan konten apa saja yang akan dibagikan dan bagaimana Instagram Story akan mengalir dapat membantu untuk Anda untuk menciptakan experience yang lebih adiktif dan konsisten untuk audiens. Sebagai contoh, Anda dapat memberikan teaser apa yang akan terjadi selanjutnya atau produk apa yang akan rilis sebentar lagi sehingga audiens mengetahui dan tetap stay tuned.

Konsep yang Menarik
Karena Instagram Story hanya bertahan selama 24 jam, story Anda harus mempunyai konsep yang benar-benar menarik agar memorable dan memberikan dampak besar kepada audiens.

  • Gunakan branding yang jelas dan besar sehingga perhatian audiens dapat langsung tertuju kepada brand.
  • Pilih gambar dan video yang dapat menarik perhatian dengan cepat, serta gunakan format dan warna tulisan yang kontras dengan gambar atau video tersebut.
  • Gunakan hashtags dan location tags yang tepat untuk alasan yang tepat.

Apakah brand Anda telah menggunakan Instagram Story sebagai salah satu strategi pemasaran Instagram? Apa pengalaman yang Anda alami sejauh ini? Bagikan pengalaman dan pendapat Anda di kolom komentar!

Konten ini dipersembahkan oleh Heroleads Indonesia, perusahaan teknologi yang membantu bisnis Anda berkembang dengan menggunakan teknologi performance marketing terbaru. Kunjungi blog Heroleads Indonesia untuk artikel dan informasi seputar pemasaran digital, teknologi, dan bisnis.
You may also like
Facebook vs Twitter: Mana yang Lebih Baik Untuk Bisnis Anda?
Inilah 4 Alasan Bisnis Anda Memerlukan Pemasaran Digital

Leave Your Comment

Your Comment*

Your Name*
Your Webpage

error

Belajar sesuatu yang baru? Share ke orang lain untuk berbagi ilmu :)