Leadership

The Art of Negotiation Skill

Minggu lalu saya memberikan workshop internal untuk karyawan di kantor membahas tentang teknik bernegosiasi. Kenapa saya memilih topik ini? Salah satu teknik yang cukup berpengaruh dalam mendapat kesuksesan adalah kemampuan kita bernegosiasi. Dan ini bukan hanya negosiasi dalam cakupan bisnis atau professional saja, tapi juga negosiasi dengan teman, keluarga, atau bahkan kepada diri sendiri.

Lalu apa arti sebenarnya dari negosiasi? Negosiasi adalah bagian dari teknik komunikasi untuk menyatukan perbedaan. Buat saya, selain hukum Tuhan, semua bisa di nego. Bukan hanya hasil akhir yang bisa di nego, tapi juga proses dan tujuanpun bisa di nego. Saya ingat waktu masih kecil meminta dibelikan roller skate, orang tua saya menjanjikan akan membelikan dengan syarat saya menunjukan prestasi di sekolah. Negosiasi itu membuat saya belajar lebih rajin yang akhirnya berujung dengan saya dibelikan roller skate.

10 hal yang harus dihindari ketika bernegosiasi.

1. Jangan kasih ruang untuk nego

Terdengar ironis memang. Tapi bayangkan alangkah indahnya ketika kedua belah sepakat tanpa ada proses negosiasi. Jika anda berperan sebagai pemberi solusi, pastikan anda fokus dengan value yang anda berikan, kedepankan bagaimana solusi anda dapat menyelesaikan masalah orang lain. Lalu tawarkan harga yang menguntungkan buat anda tapi tidak memberatkan orang lain. No negotiation needed!

2. Hindari bernegosiasi dengan diri sendiri

Banyak orang yang melunak ketika masuk ke tahap negosiasi. Mungkin terintimidasi dengan lawan bicaranya, atau under pressure karena harus mencapai sales target. Apapun hasil yang ingin anda dapatkan dari proses negosiasi, pastikan anda berkomitmen untuk mendapatkan hasil tersebut. Jangan terlalu banyak berkompromi dengan diri sendiri.

3. Nego dengan emosi

Terlepas anda sebagai pembeli ataupun penjual, apapun kondisinya, selalu hindari bernegosiasi dengan emosi. Proses negosiasi bisa melalui proses panjang dan melelahkan. Ketika banyak kepentingan dipertaruhkan, terkadang sulit untuk mengendalikan emosi. Jika anda merasakan banyak emosi di ruang negosiasi, tidak ada salahnya untuk menunda proses negosiasi sampai level emosional menurun dan anda bisa berpikir secara rasional lagi.

4. Jangan pernah terima tawaran yang pertama

Jika anda berhadapan dengan orang yang sudah berpengalaman dalam hal bernegosiasi, anda pasti tahu, tawaran yang pertama bukanlah tawaran yang terbaik. Semenarik apapun tawaran yang pertama, pastikan anda bersabar untuk mendapatkan tawaran yang kedua, dan ketika anda haru nego, negolah tawaran yang kedua.

5. Jangan jadi yang pertama memberikan penawaran

Tentu saja tidak semua kondisi anda dapat melakukan ini. Memberikan tawaran pertama artinya anda memberikan bocoran apa yang ingin anda dapatkan. Dengan mengetahui apa yang anda inginkan, lawan bicara anda mendapat ruang untuk memimpin proses negosiasi.

6. Terlalu banyak bicara

Kita diberikan dua mata, dua telinga, dan satu mulut. Artinya pakailah organ tersebut secara proporsional. Berbicara terlalu banyak memberikan anda resiko untuk melanggar poin 1-5. Pakailah waktu bernegosiasi untuk mendengarkan dan berusaha memahami apa yang lawan bicara anda inginkan.

7. Jangan kasih free gifts

Pastikan lawan bicara anda berusaha keras untuk mendapatkan apa yang anda punya. Free gifts disini bisa diartikan sebagai service gratis, diskon, network, atau bahkan informasi. Bayangkan jika anda dikenal debagai orang yang paling baik memberikan diskon. Maka orang yang akan negosiasi dengan anda pasti akan selalu berharap harga diskon. Dan ketika mereka nego harga, harga diskonlah yang akan mereka tawar.

8. Terlalu banyak memberikan detail

Terlalu banyak memberikan detail akan memberikan banyak ruang untuk di nego. Saya sarankan untuk memberikan “whole package” offer ketika anda menawarkan sebuah service ke orang lain. Jika anda memberikan breakdown dari setiap list yang anda berikan, hampir dipastikan anda akan di nego habis-habisan di setiap list tersebut.

9. Sebisa mungkin hindari quick deal

Hati-hatilah dengan proses negosiasi yang terlalu cepat. Bisa jadi lawan negosiasi anda menemukan kelemahan atau kebocoran yang anda belum ketahui. Pastikan anda mencermati kemungkinan yang akan terjadi. Bawalah pertner yang anda percaya untuk bisa mengevaluasi dari sudut yang berbeda.

10. Jangan kasih tahu batas bawah anda

Sering kali kita ditanya “ini bisa turun sampe berapa?”Bilang kepada lawan negosiasi anda bahwa harga yang anda berikan adalah harga yang terbaik. Jangan memberikan bocoran batas bawah anda karena itu sama saja anda menyerah kalah di proses negosiasi.

5 tips untuk mendapatkan hasil maksimal dalam negosiasi

1. Bangun relationship yang sangat baik

Membangun relationship yang baik tidaklah mudah. Tidak hanya kenal satu sama lain. Tapi harus ada trust dan respect yang tinggi antara kedua belah pihak. Semakin baik hubungan yang dimiliki, semakin mudah untuk kita berkolaborasi sehingga semakin tinggi kemungkinan kita mendapat solusi yang kita inginkan.

2. Bayangkan beberapa skenario sebelum negosiasi

If you fail to plan, you plan to fail! Selalu persiapkan diri anda atas beberapa kemungkinan yang akan terjadi dalam proses bernegosiasi. Saya memiliki kebiasaan untuk memainkan beberapa skenario di kepala saya, mencoba memikirkan jalan keluar dari setiap skenario. Ini membantu saya merasa siap atas segala kemungkinan yang terjadi.

3. Putuskan hasil yang ingin didapat

Pastikan anda tahu hasil ideal yang harus anda dapatkan dari proses negosiasi. Dan berkomitmenlah untuk mendapatkan hasil tersebut. Jangan kompromi terhadap diri sendiri. Sedikit saja anda goyang, akan mudah untuk orang lain mengambil kesempatan dari anda.

4. Temukan apa yang orang lain butuhkan

Tidak semua orang menganggap harga nomor 1. Pastikan anda tahu betul apa yang orang lain butuhkan. Ini bisa dilakukan dengan research diawal, ataupun menyimak betul-betul ketika orang lain berbicara. Jika anda memberikan solusi yang tepat, kemungkinan besar proses negosiasi akan berjalan lebih mudah

5. Belajar untuk mendengarkan

Ini mungkin poin paling penting. Mendengarkan adalah skill komunikasi yang paling berguna, tapi sayang banyak menganggap remeh. Ketika anda mendengarkan orang lain, pastikan bukan hanya kata-katanya yang anda dengar, tapi perhatikan juga mimik wajah, bahasa tubuh, nada bicara, dan pemilihan bahasa yang digunakan. Hanya dengan mendengarkanlah anda akan mendapat apa yang orang lain butuhkan.

You may also like
Perbedaan antara Tim vs Grup
Memimpin Sebuah Crisis Recovery

Leave Your Comment

Your Comment*

Your Name*
Your Webpage

error

Belajar sesuatu yang baru? Share ke orang lain untuk berbagi ilmu :)