Leadership

Memimpin Sebuah Crisis Recovery

Crisis management adalah salah satu skill penting dalam leadership yang sering kali dikesampingkan di dalam sebuah bisnis (sampai krisis itu datang). Padahal karakter dan kemampuan asli dari seorang pemimpin sangat dilihat dari kemampuannya menghadapi sebuah krisis.

Sebuah krisis, biasanya akan selalu mengalami setidaknya 5 fase: Discovery, Awareness, The Peak, Recovery, dan Emergence. Setiap fase memiliki karakter dan cara penanggulangan yang berbeda.

 

A. Discovery

Ini adalah fase dimana sebuah masalah ditemukan. Biasanya badai krisis dimulai dari sebuah gejala kecil yang berpotensi menimbulkan masalah yang sangat besar. Di fase ini, biasanya kita cenderung masih optimis bahwa masalah bisa diselesaikan. Pemimpin yang cakap memiliki kemampuan untuk antisipasi. Kemampuannya untuk identifikasi sebuah masalah sebelum masuk ke masa krisis bisa memberikan perbedaan yang cukup besar terhadap dampak yang diakibatkan oleh krisis tersebut.

B. Awareness

Di fase ini, kita sudah mulai sadar bahwa masalah yang dihadapi bukanlah masalah biasa. Dampak dari masalah yang dihadapi semakin parah setiap harinya. Kepanikan sudah mulai terasa di fase ini. Mungkin tim khusus mulai dibentuk untuk mempersiapkan segala kemungkinan yang terjadi. Sebagai pemimpin, kemampuannya untuk mempersiapkan timnya dalam menghadapi krisis akan dilihat di sini.

C. The Peak

Ini adalah fase puncak dari sebuah krisis. Keadaan sudah sangat sulit dikendalikan. Moral dari sebuah tim berada di titik paling bawah. Segala kemungkinan terburuk yang diperkirakan, terjadi di fase ini. Apa yang dilakukan oleh seorang pemimpin dalam fase ini akan sangat mempengaruhi mental timnya. Apakah dia akan mementingkan dirinya atau orang lain? Apakah dia akan berjuang sampai akhir? Apakah dia menunjukan optimisme atau pesimisme?

D. Recovery

Tim sudah mulai tenang dan upaya penanggulangan krisis sedikit demi sedikit mulai memberikan hasil. Masa pemulihan dimulai. Banyak yang mengira masalah sudah selesai di fase ini, padahal masa recovery bisa memakan waktu sangat lama. Kemampuan seorang pemimpin dalam memulihkan keadaan dan moral timnya akan terlihat disini.

E. Emergence

Setiap krisis, jika di handle dengan baik akan membawa kita ke tempat yang lebih baik dari sebelumnya. Hasil pembelajaran dan pengalaman melewati krisis besar akan memberikan sebuah perubahan yang positif.

Masa recovery bisa menjadi masa yang paling sulit dihadapi. Jika krisis tersebut mengakibatkan kerusakan yang cukup parah, kemungkinan masa recovery akan memakan waktu dan biaya yang cukup banyak. Berikut beberapa hal yang menyebabkan sulitnya masa recovery:

A. Fear

Kepercayaan diri seseorang setelah ditimpa sebuah krisis akan menurun. Rasa cemas akan datang lagi krisis berikutnya atau rasa takut kemungkinan yang terburuk akan terjadi padanya. Ketidakpastian ini menyebabkan kita tidak berani bertindak dan cenderung mempertahankan diri sendiri

B. Trauma

Orang yang terkena dampak terburuk dari sebuah krisis akan mengalami trauma. Trauma adalah bagian dari penyakit kejiwaan yang sulit untuk disembuhkan.

C. Paranoid

Rasa percaya dengan sesama orang lain akan diuji ketika krisis datang. Banyak orang yang saling menyalahkan dan memiliki prasangka buruk terhadap orang lain.

D. Pessimism

Sangat sulit untuk berpikir optimis ketika sedang dilanda dimusibah. Rasa takut dan cemas membuat orang cenderung lebih pesimis terhadap keadaan. Tanpa adanya pemikiran positif, sangat sulit untuk bisa benar-benar pulih dari masa krisis.

E. Bad Habits

Untuk sebagian orang, krisis menciptakan kebiasaan buruk sesesorang, baik yang merusak kesehatan fisik seperti roko dan alkohol yang berlebihan, atau yang merusak mental seperti terlalu banyak konsumsi berita negatif. Sayangnya kebiasaan buruk sangat mudah dilakukan dan sangat sulit diberhentikan.

Ada 4 langkah yang dapat dilakukan oleh seorang pemimpin dalam melakukan proses recovery dari sebua krisis:

RECOGNIZE

Pastikan dahulu jika masa puncak krisis sudah usai. Seringkali kita salah menilai, perlambatan sebuah masalah bukan berarti masalah itu sudah selesai. Ibarat gempa, setiap gempa besar akan diikuti oleh banyak gempa susulan. Walaupun kebanyakan gempa susulan skalanya lebih kecil, tapi jika tidak waspada justru gempa susulan yang menimbulkan kerusakan lebih parah.

RECALIBRATE

Semua kerusakan yang terjadi baik secara fisik, finansial, ataupun mental baiknya di data untuk evaluasi. Penting untuk kita memprioritaskan usaha penanggulangan berdasarkan hasil evaluasi dengan data yang akurat. Kebanyakan orang akan langsung fokus kepada kerusakan yang terlihat jelas dengan mata, padahal mungkin kerusakan paling parah adalah beban psikologi orang-orang yang tertimpa krisis

REPAIR

Proses recovery akan berlangsung lama, pastikan kita memilki strategi dan tujuan yang kongkrit dalam membenahi kerusakan yang ada. Saya sarankan untuk membentuk tim khusus untuk mempercepat proses pemulihan. Tidak semua kerusakan dapat dibenahi, terkadang kita harus beradaptasi dengan norma yang baru.

RESHAPE

Sebuah krisis harus membentuk diri kita untuk bisa lebih baik kedepannya. Mungkin regulasi lama bisa disesuaikan dengan keadaan sekarang dan akan datang. Setiap individual di timpun harus meningkatkan skill dan kemampuannya untuk antisipasi krisis yang sama datang kembali. Jadikan setiap masalah sebagai ajang perbaikan diri.

Harap diingat, perubahan harus dimulai dari diri sendiri. Sebagai orang yang memimpin sebuah proses recovery, pastikan kita sudah ada di posisi yang lebih baik. Sangat sulit untuk memimpin sebuah perubahan, kalau kita sendiri masih terjebak didalam krisis tersebut.

You may also like
Blog Rama Dhonanto - Sisi Kerapuhan Pemimpin
Sisi Kerapuhan Seorang Pemimpin. Tunjukan atau Sembunyikan?
The Art of Negotiation Skill

Leave Your Comment

Your Comment*

Your Name*
Your Webpage

error

Belajar sesuatu yang baru? Share ke orang lain untuk berbagi ilmu :)