Leadership

Decision Making Strategy

Tahukah anda, sesaat ketika kita membuka mata di pagi hari sampai kita tertidur di malam hari, ada sekitar 35000 keputusan yang harus kita ambil. Namun sayangnya 95% keputusan kita buat tanpa kita sadari. Apakah anda pernah berpikir, nasib yang kita alami sekarang ini adalah hasil dari rantaian keputusan yang kita ambil di masa lalu? Bayangkan ketika beberapa waktu yang lalu anda mengambil keputusan yang berbeda, mungkin hidup anda akan menjadi sangat berbeda dengan sekarang.

Sebagai seorang leader, mengambil keputusan adalah pekerjaan yang sangat krusial. Apalagi keputusan yang kita buat memiliki dampak yang dirasakan orang banyak. Keputusan tersulit yang harus saya ambil sebagai seorang pemimpin adalah ketika saya harus mengurang jumlah karyawan demi keselamatan perusahaan. Bayangkan ada berapa keluarga yang terkena dampak dari keputusan yang saya ambil. Namun, jika saya mengambil keputusan sebaliknya (tidak mengurangi karyawan), saya harus mengahadapi kemungkinan tutupnya perusahaan karena masalah finansial. Lalu saya harus memutuskan siapa yang terpaksa harus saya keluarkan, dan cara seperti apa yang akan saya tempuh supaya tidak mempersulit situasi.

Membuat keputusan adalah tanggung jawab setiap individual, keputusan yang berbeda akan memberikan hasil dan efek yang berbeda. Lalu, apa yang paling mempengaruhi setiap manusia ketika mengambil keputusan? Jawabannya adalah kepercayan, fokus, dan tujuan.

Percaya adalah kata kunci yang sangat mempengaruhi keputusan kita. Anda akan mengambil keputusan yang berbeda ketika anda sangat yakin bahwa perusahaan anda akan sukses berbanding ketika anda pesimis tentang masa depan perusahaan anda. Jika anda percaya dengan bawahan anda, akan beda keputusannya jika ada meragukan orang tersebut. Jika anda ingin menjadi orang yang terus berkembang, milikilah kebiasaan untuk selalu menantang kepercayaan anda.

Kita merasakan apa yang kita fokuskan. Lebih dari 90% keputusan yang kita buat adalah hasil dari apa yang kita rasakan. Ketika seseorang memutuskan untuk marah atas kondisi tertentu, amarah dan energy negatiflah yang dia fokuskan. Padahal jika dia fokus mengambil hikmah dari kejadian sulit tersebut, mungkin dia akan bersikap berbeda.

  1. Apakah kita akan fokus dengan hal yang bisa kita kendalikan atau yang tidak bisa kita kendalikan?
  2. Apakah kita akan fokus dengan apa yang kita punya atau kita fokus dengan hal-hal yang kita tidak punya?
  3. Apakah kita fokus dengan kesulitannya atau hasil yang ingin kita capai?

Kita punya 100% kontrol tentang apa yang ingin kita fokuskan. Walaupun banyak pengaruh dari luar, pastikan anda memegang penuh kontrol untuk fokus anda. Jika anda ingin meningkatkan kemampuan mengambil keputusan, belajarlah untuk melatih fokus anda. Salah fokus akan menghasilkan keputusan yang salah.

Ketika anda harus membuat keputusan untuk karir anda, pastikan anda tahu apa tujuan dari karir anda. Ketika ingin memutuskan sesuatu yang berhubungan dengan relationship, pastikan anda tahu apa tujuan relationship anda. Kebanyakan kita mengambil keputusan yang sifatnya short term dan melupakan tujuan yang ingin dicapai. Keputusan seperti ini biasanya hanya berfungsi sesaat, tapi menghasilkan efek negatif di kemudian hari. Oleh karena itu, peganglah teguh tujuan anda dan hindarilah pengaruh emosional ketika mengambil keputusan.

Contoh: Jika anda mempunyai tujuan untuk hidup sehat dan bisa bermain dengan anak cucu dikemudian hari. Berhentilah merokok! Yang mungkin menurut anda dapat “menghilangkan” stress dalam jangka waktu yang sangat pendek dan mulailah hidup sehat dan berolahraga untuk kebaikan jangka panjang.

Teknik Mengambil Keputusan

Ada banyak cara dan metode dalam mengambil keputusan. Bobot dari suatu keputusan, akan mempengaruhi cara yang dipakai. Berikut beberapa cara yang bisa digunakan:

  1. Impulsiveness. Mengambil opsi pertama ketika dihadapi sebuah pilihan. Pastinya tidak semua situasi cocok dengan cara ini dan belum tentu pilihan pertama selalu tepat. Tapi untuk beberapa situasi, cara ini dapat memangkas banyak waktu.
  2. Compliance. Mangambil opsi paling popular. Di sini kita mempertimbangkan review dari orang lain sebelum mengambil keputusan. Ini adalah cara aman, walaupun belum tentu yang dipilih kebanyakan orang baik untuk kita.
  3. Delegating. Memberikan mandat kepada orang yang dipercaya untuk mengambil keputusan. Untuk para leader, memberikan otoritas kepada bawahan adalah cara yang baik untuk membangun kepercayaan. Pastikan keputusan yang didelegasikan memiliki bobot yang sesuai dengan orang yang diberi kepercayaan.
  4. Avoidance. Mengabaikan keputusan atau memilih untuk tidak terbebani dari keputusan tersebut. Perlu diingat, tidak mengambil keputusan adalah sebuah keputusan.
  5. Balancing. Mempertimbangkan banyak faktor sebelum mengambil keputusan. Di sini kita menganalisa pro dan kontra atau opportunities dan challenges untuk mengambil keputusan yang tepat.
  6. Prioritizing & Reflecting. Memprioritaskan satu keputusan yang memiliki efek cukup besar. Di sini kita akan memberikan energy lebih dan meluangkan waktu lebih banyak untuk memahami situasi dan konsultasi dengan banyak pihak.

Mengambil keputusan adalah aktivitas reguler yang sangat penting. Namun sayangnya, kita sering salah ambil prioritas dalam mengambil keputusan. Padahal dampak dari salah mengabil keputusan bisa berakibat fatal. Ketauhilah secara pasti apa tujuan hidup atau karir anda. Latihlah fokus anda untuk mengambil keputusan yang lebih baik. Dan selalu challenge keputusan yang pernah anda buat sebelumnya untuk meningkatkan kualitas keputusan anda di hari berikutnya.

You may also like
Learn To Unlearn
Memimpin Sebuah Crisis Recovery

Leave Your Comment

Your Comment*

Your Name*
Your Webpage

error

Belajar sesuatu yang baru? Share ke orang lain untuk berbagi ilmu :)